Selasa, 21 Maret 2017

Perkembangan Anak dan Remaja

                           Masa Kanak-kanak Awal / Masa Prasekolah (2-6 tahun)


  • ·         Masa negativis (TrotzAlter) 

·           Dengan sikap egosentris karena merasa dirinya berada di pusat lingkungan, yang ditampilkan anak dengan sikap senang menentang atau menolak sesuatu yang datang dari orang di sekitarnya. Perkembangan seperti ini antara lain disebabkan oleh kesadarn anak, bahwa dirinya mempunyai kemauan dan kehendak sendiri yang dapat berbeda dengan orang lain. Menganggap dirinya sudah pintar, dapat melakukannya sendiri dan sudah tidak mau diatur. Ini adalah perkembangan yang normal.
  •       Masa bermain

1. Unoccupied Behavior / Gerakan Kosong

Anak  belum melakukan kegiatan bermain, hanya mengamati sesuatu sejenak saja. Misalnya bayi mengamati jari tangan atau kakinya sendiri dan menggerakannya tanpa tujuan.

2. Onlocker Behaviour/Tingkah laku pengamat

Anak memperhatikan anak yang lain yang sedang melakukan suatu kegiatan atau sedang bermain. Misalnya seorang anak yang memperhatikan temannya sedang bermain petak umpat, tanap ia ikut bermain tetapi ia turut merasa senang seolah ia ikut bermain.

3. Solitary Play / Bermain Soliter

Anak bermain sendiri mencari kesibukan sendiri, tanpa perduli dengan orang lain/ teman lain yang ada disekitarnya.

4. Parraley Play /Bermain Paralel

Anak melakukan kegiatan bermain di antara anak yang lain tanpa ada unsur saling mempengaruhi. Misalnya anak bermain puzzle dan anak lain juga bermain puzzle, mereka ada bersama tetapi tidak saling mempengaruhi.

5. Associative Play / Bermain Asosiatif

Anak melakukan kegiatan bermain bersama anak lain tetapi belum ada pemusatan tujuan bermain. Misalnya beberapa anak bermain menepuk-nepuk air di kolam bersama- sama.

6. Cooperative Play / Bermain Koperatif

Anak melakukan kegiatan bermain bersama-sama dengan teman secara terorganisasi dan saling bekerja sama, ada tujuan yang ingin dicapai bersama dan ada pembagian tugas yang disepakati bersama. Misalnya bermain rumah-rumahan ada yang jadi bapak, ibu dan anak, masing-masing memiliki tugas.
Anak membuat rumah-rumahan tersebut dengan kain atau balok-balok dan bermain peran dengan boneka.

  • Masa eksplorasi                                                                                             Terkait dengan penyerapan informasi yang mempengaruhinya saat  dewasa. Penyerapan informasi optimal pada rentang usia ini karena perkembangan otaknya meningkat. Kegiatan eksplorasi melalui bermain yang mendukung aspek tumbuh kembang anak. Eksplorasi pada anak akan mengembangkan fisik dan senso-motor, dan psikososial.





Tahap Perkembangan Kognitif (Piaget) :

  • ·         Praoperasional, dengan ciri :

-          Belajar menggunakan bahasa
-          Cara berfikir bersifat egosentris

  • ·         Tingkat Perkembangan Moral (Kohlberg) ; Prakovensional

-          Tahap 1 : Orientasi hukuman
-          Tahap 2 : Orientasi ganjaran 



                       MASA KANAK-KANAK AKHIR

Sejak 6 tahun sampai matang secara seksual (setara dengan usia tingkat sd)

  • ·          1-2 tahun terakhir → prapubertas
  • ·         Pengaruh teman sebaya mulai dominan
  • ·         Tahap Kognitif : Operasional-konkrit

-          Mampu berfikir logis tentang objek dan kejadian
-          Menguasai konvensi jumlah dan berat
-          Mampu mengklasifikasikan objek
  • ·         Tingkat perkembangan moral : konvensional

                 Tahap 3 : Orientasi ‘good boy/girl”
                 Tahap 4 : Orientasi otoritas
  • ·         Menurut Erikson : Tahap industri vs Inferiority


                                 MASA REMAJA (ADOLESCENCE)

  • ·         Mulai usia 11/12 - 18/24 tahun
  • ·         Perkembangan fisik : mengaruh ke bentuk badan yang dewasa
  • ·   Perkembangan seksual : mulai aktfinya hormon seksual → menarche (awal mendapatkan menstruasi) & pollution
  • ·         Perkembangan heteroseksual : tertarik pada lawan jenis
  • ·         Perkembangan emosional  → Emosi tidak stabil, cenderung meledak-ledak
  • ·         Perkembangan kogntif → operasional formal dengan ciri :
-          Mampu berfikir logis mengenai yang abstrak
-          Menaruh perhatian tentang masa depan, konsep ideologis dan membuat hipotesis
-          Pola fikir cenderung egosentris
  • ·       Perkembangan identitas diri  : Identity vs role confusion, timbul pertanyaan siapa saya         →ingin diakui, senderung mencoba dan meniru “idolanya”
  •  Perkebangan moral → Kebanyakan tingkat konvensional namun sebagian sudah post konvensional


              Tahap 5 : Orientasi kontrak sosial
              Tahap 6 : Orientasi asas etis
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Laras's Blog | Blogger Template by Enny Law